siang itu aku mendapat mandat dari seorang guru yang sangat disegani ,
ia memberiku perintah untuk menjeput temanku yang sudah 2 bulan tak ada kabarnya, berhenti dari pondok atau masih lanjut? itu pertanyaan yang harus dipecahkan ...ia memberi waktu hanya 10 jam untuk menempuh jarak sekitar 60 km dengan menggunakan kereta dan angkutan umum saja..
karena kufikir ini semua mudah, kuterimalah dan aku pastikan aku bisa tiba kembali kepondok pukul 09.00 malam...
ternyata cuaca tidak bersahabat , ketika aku dan 2 teman lainnya diperjalanan.. kami terjebak macet dan kala itu hujan sangat lebaat ..sesampai disana kami kebanjiran hingga lutut kami ...
sebelumnya kami kira, kami akan tiba di depok pukul 02 siang, tapi kami keliru kami tiba disana sekitar pukul setengah lima sore..
"hadooh laper euy.."
kami paksain deh, pokoknya gak pake acar nginep2an segala disna tapi ternyata...
keadaan sangat jauh dengan yang telah diperkitakan ..
Resti, teman yang menjadi tujuan kami sedang sibuk membersihkan rumahnya yang kebanjiran bersama seluruh keluarganya..
niat kami ingin berbicara banyak kala itu tak jadi ..
kami bergegas pulang setelah msmpir dan minum teh sebentar dirumahnya,
aku putuskan untuk makan dirumahku saja.. tak jauh dari rumah resti.. kal itu juga kami kebingungan karena bude Resti meninggal dunia.. kami tak enak.. kami segera meninggalkan rumah resti yang masih digenangi air itu ..
sampai dirunah ku. . Maghrib tiba..
beres makan dan mandi, kami memutuskan untuk balik ke pondok .. sekitar 32Km saja..
tepat pukul 07.00 malam, ibu melarang kami bertiga untuk balik ke pondok,, karena kondisi tak memungkinkan .. bayangkan .. untuk pulang ke pondok kami harus menerobos hujan .. ditambah lagi keadaan kereta api yang penuh kalau malam hari ..
tapi teman.. disini konflik terjadi :
ibu : bu, sya memberitahukan bahwa sulis dan 2 temannya tidak bisa kembali ke pondok sekarang juga,..
guru : tidak bisa, saya memberi waktu pada mereka hanya sampai pukul 09.00 saja titik.
ibu : oh tidak bisa, nanti anak sya terancam keselamatannya, ini sudah jam berapa bu ? anda bisa menjamin keselamatna mereka
guru : (dengan sangat tegas) ya saya bisa ! sya tanggung konsekuensi apapun yang akan terjadi yang penting mereka harus kembali malam ini juga.
ibu : loh, mereka kan hanya disuruh kenapa jadi seperti iini, kalau begitu anda jangan menyuruh mereka saja..
guru : kalau begitu saya tunggu mereka besok pagi, SAYA SANGAT KECEWA DENGAN SUL;ISTIA NISA UTAMI, kalu besok pagi dia tidak ada ... ?????
ibu : oke, terima kasih bu atas kebijaksanaannya...
sumpah bro ...
Ustdzah yang satu ini memang sngat tegas dan ....
Amanah adalah AMANAH yang harus tetap ditepati walaupun apapun dan kapanpun dimanapun keadaannya ....
kami bertiga kembali ke pondok ...
Ustdzah menangis ketika beliau menasihati kami , ia kecewa dengan tindakan muridnya yang tak bisa menjaga amanah ini .. kami tak habis pikir, inilah isi hati seorang guru yang dikecewakan muridnya ketika amanh yang telah ia berikan tak ada harganya.." tangisan itu mengetuk hati kami dan menimbulkan penyesalan atas diri kami .. hanya terlambat kembali kepondok beberapa jam saja..
ia bilang "KALIAN PENGHIANAT, KALIAN TAK LEBIH DARI SEORANG PELANGGAR, SAYA KECEWA DENGAN DIRI SYA KARENA SAYA TAK BISA MENDIDIK MURID SYA UNTUK MENGHARGAI SEBUAH AMANAH YANG TELAH DIBERIKAN"
Kami dihukum , dan kami tak pernah menyesal dengan kejadian ini, karena dengan ini kami dapat pelajaran yang sangat berharga tentang sebuah amanah ..
tapi sampai sekarang , aku hanya ingin menyampaikan satu kata padamu oh guruku , bahwa "AKU BUKAN SEORANG PENGHIANAT"
sebelumnya kami kira, kami akan tiba di depok pukul 02 siang, tapi kami keliru kami tiba disana sekitar pukul setengah lima sore..
"hadooh laper euy.."
kami paksain deh, pokoknya gak pake acar nginep2an segala disna tapi ternyata...
keadaan sangat jauh dengan yang telah diperkitakan ..
Resti, teman yang menjadi tujuan kami sedang sibuk membersihkan rumahnya yang kebanjiran bersama seluruh keluarganya..
niat kami ingin berbicara banyak kala itu tak jadi ..
kami bergegas pulang setelah msmpir dan minum teh sebentar dirumahnya,
aku putuskan untuk makan dirumahku saja.. tak jauh dari rumah resti.. kal itu juga kami kebingungan karena bude Resti meninggal dunia.. kami tak enak.. kami segera meninggalkan rumah resti yang masih digenangi air itu ..
sampai dirunah ku. . Maghrib tiba..
beres makan dan mandi, kami memutuskan untuk balik ke pondok .. sekitar 32Km saja..
tepat pukul 07.00 malam, ibu melarang kami bertiga untuk balik ke pondok,, karena kondisi tak memungkinkan .. bayangkan .. untuk pulang ke pondok kami harus menerobos hujan .. ditambah lagi keadaan kereta api yang penuh kalau malam hari ..
tapi teman.. disini konflik terjadi :
ibu : bu, sya memberitahukan bahwa sulis dan 2 temannya tidak bisa kembali ke pondok sekarang juga,..
guru : tidak bisa, saya memberi waktu pada mereka hanya sampai pukul 09.00 saja titik.
ibu : oh tidak bisa, nanti anak sya terancam keselamatannya, ini sudah jam berapa bu ? anda bisa menjamin keselamatna mereka
guru : (dengan sangat tegas) ya saya bisa ! sya tanggung konsekuensi apapun yang akan terjadi yang penting mereka harus kembali malam ini juga.
ibu : loh, mereka kan hanya disuruh kenapa jadi seperti iini, kalau begitu anda jangan menyuruh mereka saja..
guru : kalau begitu saya tunggu mereka besok pagi, SAYA SANGAT KECEWA DENGAN SUL;ISTIA NISA UTAMI, kalu besok pagi dia tidak ada ... ?????
ibu : oke, terima kasih bu atas kebijaksanaannya...
sumpah bro ...
Ustdzah yang satu ini memang sngat tegas dan ....
Amanah adalah AMANAH yang harus tetap ditepati walaupun apapun dan kapanpun dimanapun keadaannya ....
kami bertiga kembali ke pondok ...
Ustdzah menangis ketika beliau menasihati kami , ia kecewa dengan tindakan muridnya yang tak bisa menjaga amanah ini .. kami tak habis pikir, inilah isi hati seorang guru yang dikecewakan muridnya ketika amanh yang telah ia berikan tak ada harganya.." tangisan itu mengetuk hati kami dan menimbulkan penyesalan atas diri kami .. hanya terlambat kembali kepondok beberapa jam saja..
ia bilang "KALIAN PENGHIANAT, KALIAN TAK LEBIH DARI SEORANG PELANGGAR, SAYA KECEWA DENGAN DIRI SYA KARENA SAYA TAK BISA MENDIDIK MURID SYA UNTUK MENGHARGAI SEBUAH AMANAH YANG TELAH DIBERIKAN"
Kami dihukum , dan kami tak pernah menyesal dengan kejadian ini, karena dengan ini kami dapat pelajaran yang sangat berharga tentang sebuah amanah ..
tapi sampai sekarang , aku hanya ingin menyampaikan satu kata padamu oh guruku , bahwa "AKU BUKAN SEORANG PENGHIANAT"


No comments:
Post a Comment